Sentuhan Modern di Balik Pelestarian Warisan Sejarah Grand Hotel Preanger
Grand Hotel Preanger melakukan revitalisasi menyeluruh dengan mengintegrasikan fasilitas modern di bawah jaringan Marriott Bonvoy tanpa menghilangkan identitas sejarah dan budaya Bandung yang telah melekat sejak lama.
Transformasi wajah baru yang tengah dijalankan pada Grand Hotel Preanger Bandung, a Tribute Portfolio Hotel, dipastikan tidak akan mengikis jati diri aslinya. Lily Wijaya selaku Multi-Property General Manager menyatakan bahwa perpaduan antara karya masa silam dan desain kontemporer sengaja dihadirkan demi memenuhi ekspektasi pelancong era modern.
Menurut penjelasan Lily pada hari Rabu, 14 Oktober 2026, nilai seni, DNA, serta kebudayaan hotel ini tetap dijaga keasliannya. Beberapa komponen lama seperti pintu kamar dan kamar mandi masih dipertahankan dengan sentuhan ulang berupa pelapisan cat serta tambahan aksen estetis, sementara nuansa klasik semakin dipertegas lewat palet warna biru-emas serta ornamen kaca bernuansa vintage.
Perubahan signifikan turut terjadi pada aspek operasional setelah hotel legendaris ini bergabung dengan Tribute Portfolio, sebuah jenjang akomodasi dari Marriott Bonvoy yang menitikberatkan pada keunikan karakter dan kedekatan dengan kultur setempat. Berlokasi strategis di Jalan Asia Afrika, bangunan yang pertama kali dibuka tahun 1897 ini dirancang ulang pada tahun 1929 oleh arsitek C.P. Wolff Schoemaker bersama Ir. Soekarno yang kemudian menjadi Presiden RI pertama.
Mengusung konsep Heritage, Reimagined, bangunan berarsitektur Tropical Art Deco tersebut berupaya merajut kembali kisah masa lalu melalui detail interior yang sarat makna. Sentuhan visual seperti replika kotak pos yang menyimbolkan Postweg tempo dulu, dekorasi karung goni yang merefleksikan era perdagangan barter abad ke-19, hingga arsip daftar tamu penting Konferensi Asia Afrika 1955 dipajang untuk merawat memori kolektif diplomasi internasional.
Lily meyakini bahwa daya tarik sejarah tidak hanya memikat kaum tua yang ingin bernostalgia, melainkan juga sarana edukasi yang efektif bagi generasi muda untuk memahami perjalanan sebuah kota. Saat ini, hotel menyediakan total 188 kamar dan suite berukuran mulai dari 32 meter persegi yang dirancang selaras dengan estetika Art Deco.
Pekerjaan renovasi dijalankan secara bertahap dengan memprioritaskan area lobi, ruang jamuan, serta kamar tidur sebelum nantinya merambah ke The Saloon Lounge, fasilitas pertemuan, serta ballroom. Restoran Huis Van Preanger disiapkan untuk memanjakan lidah pengunjung melalui ragam kuliner lokal, nusantara, hingga internasional, yang disempurnakan dengan kehadiran Dutch Corner serta pertunjukan musik Sunda dan jazz di area lounge.
Secara keseluruhan, fasilitas MICE di hotel ini mencakup ruang seluas 1.993 meter persegi, termasuk ballroom berkapasitas hingga 800 orang serta 11 ruang rapat, sementara fasilitas spa dan pusat kebugaran dijadwalkan mulai beroperasi pada tahun 2027.
Sebagai properti Tribute Portfolio perdana di Jawa Barat, keberadaan hotel ini diharapkan mampu mendongkrak sektor pariwisata sekaligus mempermudah akses pelancong menuju ikon-ikon bersejarah terdekat seperti Gedung Merdeka, Jalan Braga, dan Alun-Alun Bandung. Lily pun mengundang seluruh lapisan masyarakat, baik warga lokal maupun pendatang, untuk menyaksikan secara langsung wajah baru Grand Hotel Preanger yang terus berbenah.
Sumber berita: Portal Resmi Kota Bandung — 24 Oktober 2026.



