Ratusan Siswa SMP Negeri di Bandung Dianugerahi The Duke of Edinburgh’s Award
Sebanyak 184 pelajar tingkat SMP di Kota Bandung sukses menerima penghargaan The Duke of Edinburgh’s International Award atas dedikasi mereka dalam membangun karakter dan keterampilan diri.
Sebanyak 184 murid tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri di Kota Bandung dianugerahi penghargaan The Duke of Edinburgh’s International Award sebagai bentuk pengakuan atas kerja keras mereka dalam mengasah keahlian, kepribadian, serta kepedulian terhadap sesama.
Berdasarkan rincian penerima, peraih level Bronze mendominasi dengan jumlah 152 siswa, disusul oleh 18 siswa pada tingkat Silver, dan 17 siswa yang sukses membawa pulang Gold Award. Seluruh siswa tersebut tergabung dalam inisiatif percontohan program The Duke of Edinburgh’s International Award yang mencakup sejumlah SMP negeri di wilayah setempat.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mendorong para murid agar senantiasa membentuk kepribadian yang tangguh serta mengasah daya nalar kritis di tengah arus digitalisasi yang kian masif.
Ia berpandangan bahwa capaian di bidang akademik wajib diselaraskan dengan pemahaman mendalam terhadap etika, norma, dan nilai moral di tengah masyarakat.
“Yang paling penting bukan hanya sekadar knowledge-nya, tapi karakternya juga mesti kuat. Kita harus bisa mengerti nilai-nilai dan norma yang kita percayai sebagai hal yang baik. Mana yang baik, mana yang buruk, mana yang benar, mana yang salah, mana yang etis dan mana yang tidak etis,” ujar Farhan.
Farhan berpendapat bahwa masa-masa SMP merupakan periode krusial bagi pencarian identitas diri. Pada kisaran umur 14 hingga 15 tahun, para remaja mulai membentuk kepribadian lewat interaksi sosial, kegemaran, bidang olahraga, kelembagaan sekolah, serta kelompok yang mereka masuki.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi informasi menghadirkan kesempatan luas bagi kaum muda untuk memperluas cakrawala pengetahuan dari berbagai penjuru dunia.
Walau demikian, kemudahan akses itu wajib diimbangi dengan kebolehan menyaring data, memilah kebenaran nilai, serta bersikap arif dalam mengambil keputusan.
“Peluang kalian untuk bisa lebih maju dari kami semuanya besar sekali. Kalian terekspos pada sesuatu yang tidak pernah kami alami pada usia kalian,” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, National Director The Duke of Edinburgh’s International Award Indonesia, Aurina Setyawitta, menyampaikan rasa bangganya kepada seluruh anak didik yang berhasil mengantongi penghargaan ini.
Dirinya memaparkan bahwa ke-184 pelajar tersebut adalah bagian dari total lebih dari 500 partisipan yang telah berpartisipasi dalam rangkaian program hingga saat ini.
Aurina menggarisbawahi bahwa The Duke of Edinburgh’s International Award bukanlah sekadar ajang mengejar trofi, melainkan sebuah sarana edukasi yang membimbing generasi muda untuk menggali potensi tersembunyi serta membangun watak melalui ragam pengalaman.
“Penghargaan ini bukan semata-mata tentang apa yang telah kalian capai, melainkan tentang siapa diri kalian yang kalian temukan selama kalian menjalani prosesnya,” ujar Aurina.
Ia memaparkan pula bahwa selama keikutsertaan dalam program, para peserta dilatih untuk mengasah keterampilan, mendedikasikan diri dalam pelayanan sosial, aktif bergerak secara fisik, menaklukkan rintangan lewat ekspedisi penjelajahan, serta merampungkan proyek peningkatan kualitas pribadi.
Secara khusus, Aurina memberikan apresiasi tinggi kepada 17 pelajar yang sukses menggapai Gold Award, yang menurutnya merefleksikan dedikasi serta konsistensi peserta dalam menempuh perjalanan pengembangan diri jangka panjang.
Inisiatif The Duke of Edinburgh’s International Award sendiri telah eksis sejak tahun 1956 serta diaplikasikan di sekitar 130 negara beserta wilayah di dunia. Program ini bertujuan menumbuhkan jiwa kepemimpinan, kepekaan sosial, ketahanan mental, serta kecakapan insani atau human skills yang krusial bagi generasi muda dalam merespons dinamika zaman.
Aurina menaruh harapan agar program tersebut mampu bertindak sebagai salah satu instrumen kunci guna memajukan kualitas generasi muda di Kota Bandung sekaligus menjadi teladan bagi wilayah-wilayah lain di tanah air.
Dalam rangkaian acara yang sama, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, turut dianugerahi Pin UK-ID Strategic Partnership sebagai simbol penghormatan atas terjalinnya hubungan kemitraan strategis antara pemerintah Inggris dan Indonesia.
Sumber berita: Portal Resmi Kota Bandung — 22 Oktober 2026.



