Latest Update
B BANDUNG RAYA TV
← Semua berita

Pentingnya Deteksi Dini dan Akses Kesehatan untuk Menekan Risiko Kanker pada Perempuan

Thursday, 22 October 2026 · oleh Redaksi Bandung Raya TV · 👁 14
Foto: Portal Resmi Kota Bandung

Program Sonata Talkshow Radio Sonata menghadirkan para ahli untuk membahas pencegahan, deteksi dini, serta penanganan kanker payudara dan leher rahim bagi kaum perempuan di Kota Bandung.

Topik tersebut dikupas dalam Sonata Talkshow yang merupakan bagian dari program Kasep Talks Radio Sonata pada hari Rabu, 21 Oktober 2026. Diskusi menghadirkan narasumber Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, Dr. dr. Agung Firmansyah Sumantri, Sp.PD., KHOM., MMRS., FINASIM, bersama Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bandung, dr. Dadan Mulyana Kosasih, SpDLP., PhD.

Agenda tersebut memfokuskan pembahasan pada urgensi mengenali gejala kanker secara mandiri, melaksanakan skrining kesehatan, serta menjamin kaum perempuan agar bisa mendapatkan layanan medis yang memadai.

Menurut pemaparan Agung, tren penyakit tidak menular seperti kanker, stroke, serta gangguan kardiovaskular kian menjadi sorotan utama di kawasan perkotaan. Faktor gaya hidup sehari-hari serta riwayat kesehatan keluarga juga wajib dicermati dalam menilai potensi kerentanan terhadap kanker.

Dalam kesempatan itu, Agung menyampaikan bahwa konsep deteksi dini perlu dipahami masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap diri sendiri dan langkah awal memerhatikan kondisi kesehatan pribadi.

Selain prosedur pemeriksaan, aspek keterjangkauan dan pembiayaan turut menjadi fokus penting guna memotivasi kaum perempuan agar mau melakukan deteksi dini. Hambatan seperti jarak ke fasilitas kesehatan, kemudahan layanan, serta kecemasan terhadap biaya berpotensi membuat masyarakat menunda pemeriksaan.

Oleh sebab itu, puskesmas harus difungsikan sebagai garda terdepan layanan kesehatan yang mudah dijangkau publik, mencakup fungsi edukasi, asesmen risiko, pemeriksaan awal, hingga sistem rujukan.

Agung menegaskan bahwa pemerintah tidak cukup hanya sekadar mendirikan fasilitas medis, melainkan juga harus memastikan seluruh warga mampu menjangkau dan memanfaatkan sarana tersebut secara optimal.

Dirinya turut menekankan krusialnya penyuluhan hingga level akar rumput dengan menggandeng kader Posyandu, PKK, tokoh masyarakat, berbagai komunitas, serta organisasi perempuan.

Bagi Agung, keberhasilan suatu program kesehatan tidak bisa hanya dinilai dari seberapa sering penyuluhan diadakan, melainkan dari seberapa banyak kaum perempuan yang berhasil dijangkau, menjalani pemeriksaan, hingga menerima penanganan lanjutan.

Masyarakat juga diimbau agar memanfaatkan fasilitas BPJS Kesehatan serta program Universal Health Coverage (UHC) yang berlaku di Kota Bandung supaya faktor biaya tidak lagi menjadi alasan untuk menunda pemeriksaan medis.

Di sisi lain, Dadan menjelaskan bahwa kanker dikategorikan sebagai penyakit kronis yang menuntut proses pengobatan jangka panjang. Berdasarkan data yang dipaparkan dalam acara tersebut, tercatat sebanyak 10.586 kasus kanker payudara hingga tahun 2026, sementara kasus kanker leher rahim berada di kisaran angka seribuan.

Dadan mengingatkan bahwa angka statistik tersebut belum tentu merepresentasikan situasi riil secara menyeluruh di tengah masyarakat, mengingat masih banyak perempuan yang belum terdiagnosis akibat minimnya informasi, kendala akses, atau keengganan memeriksakan diri.

Kendati demikian, tingginya angka tersebut juga menunjukkan banyaknya penyintas yang mampu bertahan melawan penyakit tersebut, yang diharapkan merupakan hasil dari kemajuan teknologi serta kualitas pelayanan kesehatan yang semakin baik.

Sebagai langkah pencegahan mandiri untuk mendeteksi kelainan pada payudara, kaum perempuan dianjurkan melakukan metode SADARI (Periksa Payudara Sendiri) sebulan sekali guna mendeteksi ada tidaknya benjolan baru ataupun perubahan fisik yang tidak wajar.

Apabila ditemukan kejanggalan, pemeriksaan klinis lanjutan sangat diperlukan guna memastikan pemicunya, sebab benjolan tidak selalu mengindikasikan kanker karena bisa saja berkaitan dengan kondisi jinak atau pengaruh fluktuasi hormonal. Riwayat penyakit kanker dalam garis keturunan keluarga pun penting untuk dilaporkan kepada tenaga medis saat berkonsultasi.

Berbeda dengan kanker payudara yang umumnya memperlihatkan gejala fisik yang kasat mata, kanker leher rahim pada fase awal sering kali tidak memunculkan tanda-tanda yang spesifik. Setiap keluhan tidak lazim atau pendarahan di luar masa menstruasi patut segera diperiksakan ke dokter.

Pelaksanaan skrining menjadi langkah krusial guna mendeteksi perubahan sel sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih membahayakan.

Dadan memaparkan bahwa pemeriksaan IVA test bermanfaat untuk mendeteksi dini perubahan jaringan yang mengarah pada lesi prakanker, sedangkan tes HPV DNA digunakan untuk mendeteksi keberadaan human papillomavirus (HPV) yang menjadi pemicu utama kanker leher rahim.

Hasil pemeriksaan yang memerlukan penanganan lanjutan wajib ditangani sesuai dengan kondisi klinis masing-masing pasien. Di samping skrining, Pemerintah Kota Bandung telah menyediakan fasilitas penanganan lesi prakanker melalui metode thermal blast atau ablasi termal yang tersedia di 14 puskesmas.

Masyarakat dapat mengawali pemeriksaan di puskesmas mana saja, untuk kemudian dirujuk ke fasilitas kesehatan rujukan yang memiliki layanan khusus tersebut jika berdasarkan indikasi medis memang diperlukan.

Melalui diskusi ini, masyarakat diharapkan mampu meningkatkan kesadaran untuk mengenali sinyal tubuh, rutin menjalani skrining sesuai prosedur, serta segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila merasakan keluhan yang tidak biasa.

Sinergi antara pemerintah, para tenaga medis, pihak keluarga, serta masyarakat luas sangat dibutuhkan guna memperluas jangkauan deteksi dini agar semakin banyak perempuan yang tertangani secara tepat sejak awal.

Sumber berita: Portal Resmi Kota Bandung — 21 Oktober 2026.

Berita Terkait

Iklan