Latest Update
B BANDUNG RAYA TV
← Semua berita

Pemkot Bandung Cek Lapangan Tiga Kawasan Rawan Genangan di Cibiru

Saturday, 17 October 2026 · oleh Redaksi Bandung Raya TV · 👁 13
Foto: Portal Resmi Kota Bandung

Wali Kota Bandung meninjau langsung tiga wilayah rawan banjir di Kecamatan Cibiru untuk merumuskan perbaikan drainase yang tepat setelah menerima keluhan warga.

Pemeriksaan lapangan oleh Wali Kota Bandung menyasar tiga wilayah berbeda, yakni area pangkalan ojek di Jalan A.H. Nasution serta Jalan Cilengkrang II yang masuk wilayah Kelurahan Palasari. Titik berikutnya adalah sodetan banjir di Jalan A.H. Nasution RW 02, Kelurahan Cipadung, serta sistem drainase di RW 02 dan RW 03, Kelurahan Pasir Biru, yang mengalami hambatan fungsi.

Agenda inspeksi ini merupakan respons atas berbagai keluhan masyarakat yang diterima ketika kegiatan Siskamling Siaga Bencana berlangsung di tiga kelurahan tersebut pada tanggal 14 sampai 15 Oktober 2026.

Saat berada di Kelurahan Palasari, Farhan memberikan perhatian khusus pada genangan air di sekitar Jalan Cilengkrang II dan pangkalan ojek Jalan A.H. Nasution. Penyelesaian masalah ini menuntut koordinasi mendalam bersama unit kerja yang membidangi daya rusak air agar penanganannya tepat sasaran. Di samping itu, ia turut menginstruksikan pembenahan tata letak kawasan pangkalan ojek agar tercipta lingkungan yang lebih teratur dan nyaman.

Bergeser ke Kelurahan Cipadung, peninjauan dipusatkan pada infrastruktur sodetan banjir di Jalan A.H. Nasution RW 02. Berdasarkan laporan masyarakat setempat, genangan di titik tersebut telah terjadi sejak tahun 2016, di mana warga berharap sodetan menuju arah Panyileukan segera mendapat perhatian.

Dalam peninjauan tersebut, Farhan bersama perangkat daerah terkait mengamati secara teliti aspek kondisi saluran, tingkat kemiringan atau elevasi tanah, hingga letak struktur bangunan di sekitar jalur air.

Seluruh faktor teknis tersebut wajib dikalkulasikan secara matang guna menetapkan jalur lintasan air serta opsi rekayasa saluran yang paling efektif. Langkah mitigasi tidak bisa sekadar membuat atau membuka jalur air baru, melainkan harus menjamin aliran air lancar tanpa memicu masalah baru di tempat lain.

Temuan dari peninjauan ini bakal difungsikan sebagai bahan evaluasi guna merumuskan opsi teknis yang paling rasional, termasuk memperhitungkan potensi pembangunan fasilitas pendukung apabila mendesak.

Sementara itu, saat mendatangi Kelurahan Pasir Biru, Farhan menyoroti buruknya kinerja drainase di lingkungan RW 02 dan RW 03. Upaya pengerukan atau normalisasi mendesak dilakukan agar fungsi saluran air bisa kembali normal.

Menurut Farhan, proses normalisasi diperkirakan bakal melibatkan aktivitas penggalian tanah di beberapa titik, termasuk wilayah yang posisinya berimpitan dengan bangunan warga. Oleh sebab itu, pelaksanaannya wajib memperhitungkan aspek lingkungan serta meminimalkan gangguan terhadap keseharian masyarakat.

“Ini bakal banyak galian. Ini bakal kena bangunan juga. Ini bakal digali dulu sambil saya menyusun anggaran tahun depan untuk normalisasi,” kata Farhan sewaktu memantau kondisi di lapangan.

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa proses eksekusi bakal dirancang secara bertahap dengan mencermati aspek teknis serta ketersediaan pendanaan. Langkah persiapan ini krusial agar pekerjaan normalisasi berjalan terstruktur guna menekan potensi genangan air.

Karakteristik permasalahan genangan di Palasari, Cipadung, dan Pasir Biru tercatat tidak seragam sehingga menuntut pendekatan penyelesaian yang spesifik. Lewat kunjungan langsung ini, Pemerintah Kota Bandung berupaya memetakan kebutuhan teknis sebagai landasan merancang kebijakan mitigasi berikutnya.

Sumber berita: Portal Resmi Kota Bandung — 16 Oktober 2026.

Berita Terkait

Iklan