Pemerintah Kota Bandung Resmikan RTH Pasirwangi untuk Mitigasi Bencana dan Perkuat Kolaborasi
Pemerintah Kota Bandung meresmikan Ruang Terbuka Hijau Pasirwangi seluas 11.000 meter persegi yang dilengkapi 2.000 pohon untuk memitigasi risiko bencana sekaligus menggandeng BINUS University Bandung dalam kerja sama strategis.
Pemerintah Kota Bandung secara resmi membuka Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pasirwangi yang membentang seluas 11.000 meter persegi dengan total 2.000 pohon tertanam. Pembangunan kawasan tersebut terwujud berkat kerja sama sinergis antara pemerintah daerah, warga setempat, serta pihak akademisi.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung, Didi Ruswandi, mengemukakan bahwa strategi mitigasi harus menjadi fokus utama dalam menghadapi ancaman bencana. Potensi bahaya alam tidak mungkin dienyahkan, namun kerugiannya bisa ditekan lewat penurunan kerentanan serta penguatan kapasitas masyarakat.
Lebih lanjut, Didi menyebutkan bahwa gagasan pembangunan RTH Pasirwangi pertama kali dicetuskan oleh Wali Kota Bandung pada bulan Juli silam, di mana proses penanaman ribuan pohon telah rampung dan perawatannya dijaga melalui penyiraman rutin setiap hari.
Di sisi lain, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memberikan imbauan agar warga tetap siaga, khususnya bagi mereka yang bermukim di daerah bertebing terjal yang rentan terhadap bencana tanah longsor.
Farhan menekankan agar para camat serta lurah di kawasan Ujungberung dan Pasirwangi meningkatkan kehati-hatian tatkala hujan turun maupun menjelang turun hujan, serta memastikan keamanan tempat tinggal warga di area lereng.
Sebagai catatan, Farhan mengingatkan peristiwa evakuasi beberapa keluarga pada awal Januari lalu akibat rumah mereka di tepi tebing terancam ambruk demi menghindari jatuh korban jiwa. Kewaspadaan serupa juga wajib diterapkan di kawasan rawan longsor lainnya seperti Cibiru dan Mandalajati.
Upaya antisipasi bencana ini menuntut koordinasi yang erat antarinstansi wilayah serta kesiapsiagaan publik sebelum bencana benar-benar terjadi.
Selain ancaman longsor, Farhan turut menyoroti berbagai persoalan lingkungan seperti pencemaran udara serta bahaya kebakaran yang mengintai tumpukan sampah terbuka, dan menginstruksikan BPBD untuk bersinergi dengan dinas terkait guna menghadapi cuaca ekstrem.
Acara peresmian RTH Pasirwangi ini juga diisi dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Pemerintah Kota Bandung dan BINUS University Bandung terkait pelaksanaan Catur Dharma Perguruan Tinggi serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Direktur BINUS University Bandung, Johan Muliadi Kerta, menyatakan bahwa sinergi bersama pemda ini merupakan wujud nyata bakti institusi pendidikan bagi warga Kota Bandung.
Pihaknya berharap pelaksanaan Catur Dharma Perguruan Tinggi mampu memajukan sektor SDM, memunculkan inovasi baru, serta mendorong program pembangunan yang berkesinambungan di Kota Bandung.
Johan juga menyampaikan harapan agar kemitraan tersebut memperluas andil perguruan tinggi dalam mitigasi bencana, edukasi literasi, penciptaan teknologi aplikatif, serta terwujudnya lingkungan yang hijau, aman, dan lestari bagi masa depan.
Melalui penyediaan ruang terbuka hijau, penguatan kesiapsiagaan penduduk, serta kemitraan dengan universitas, Pemkot Bandung terus menggalakkan upaya pengurangan dampak bencana lewat langkah pencegahan, perluasan kapasitas, dan gotong royong berbagai elemen.
Sumber berita: Portal Resmi Kota Bandung — 19 Oktober 2026.



