Latest Update
B BANDUNG RAYA TV
← Semua berita

Pemerintah Kota Bandung Kejar Target Pemangkasan Sampah Organik Menuju TPA Sebesar 20 Persen

Friday, 16 October 2026 · oleh Redaksi Bandung Raya TV · 👁 11
Foto: Portal Resmi Kota Bandung

Pemerintah Kota Bandung mengoptimalkan penanganan sampah organik dari tingkat hulu melalui program kewilayahan, pelibatan akademisi, serta pembangunan infrastruktur kompos pit demi menekan volume sampah yang dikirim ke TPA.

Pemerintah Kota Bandung saat ini memberikan prioritas tinggi pada penanganan limbah organik yang bersumber langsung dari tengah-tengah warga.

Muhammad Farhan selaku Wali Kota Bandung menyampaikan bahwa manajemen sampah berbasis sumber merupakan strategi krusial agar beban operasional tempat pembuangan akhir dapat diringankan secara signifikan.

Menurut keterangan Farhan pada Kamis, 15 Oktober 2026, fokus utama pemerintahannya saat ini sepenuhnya diarahkan pada penanganan di tingkat hulu demi meredam volume buangan yang masuk ke TPA.

Salah satu inisiatif yang sudah berjalan adalah program Gaslah, di mana para petugas tidak hanya bertugas mengelola limbah tetapi juga aktif membimbing warga perihal pemisahan dan pengolahan.

Kinerja fasilitas pengolahan sampah organik lewat program tersebut kini baru menyentuh angka sekitar 70 ton dalam jangka waktu sehari.

Meski demikian, pihak Pemkot Bandung berambisi untuk mendongkrak kapasitas tersebut agar mampu mengolah sekitar 200 ton sampah organik setiap harinya.

Guna merealisasikan target kenaikan volume tersebut, Pemkot Bandung turut menggandeng berbagai perguruan tinggi untuk bekerja sama.

Kalangan mahasiswa diajak untuk ambil bagian lewat kegiatan Kuliah Kerja Nyata guna mendampingi warga melakukan pemilahan serta pengolahan limbah di area permukiman.

Berdasarkan penjelasan Farhan, uji coba pelibatan para mahasiswa ini telah diaplikasikan di kawasan Arcamanik dengan capaian yang amat memuaskan, sehingga model serupa bakal diterapkan ke wilayah-wilayah lain.

Beliau menambahkan bahwa keberhasilan uji coba di Arcamanik mendorong pihaknya untuk melakukan replikasi ke sejumlah lokasi berbeda.

Di samping itu, Pemkot Bandung berencana mendirikan fasilitas kompos pit di tiap-tiap Rukun Warga dengan dimensi ukuran sekitar 1 x 1 meter serta kedalaman mencapai kira-kira 2 meter.

Mengingat jumlah RW di Bandung berkisar di angka 1.600, keberadaan fasilitas lubang kompos ini diproyeksikan bakal mencakup sekitar 4.800 titik secara keseluruhan.

Nantinya, lubang kompos ini difungsikan untuk menampung limbah organik yang sudah dipilah sejak dari rumah, sehingga pembuangan ke TPA bisa dikurangi.

Farhan menegaskan bahwa muara dari seluruh langkah ini adalah tercapainya target pengurangan sampah organik yang dikirim ke TPA hingga mencapai 20 persen.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa dari total produksi sampah Kota Bandung yang mencapai sekitar 1.600 ton per hari, sebagian besar didominasi oleh limbah organik.

Target yang dipatok Pemkot Bandung adalah menyelesaikan sekitar 120 sampai 150 ton sampah organik per harinya langsung di lingkup RW.

Sisa limbah yang ada nantinya akan diberikan perlakuan khusus agar beban pengiriman ke TPA semakin berkurang.

Seluruh langkah strategis ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot Bandung untuk memperkuat penanganan limbah berbasis komunitas sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa urusan sampah adalah tanggung jawab bersama.

Sumber berita: Portal Resmi Kota Bandung — 15 Oktober 2026.

Berita Terkait

Iklan