Latest Update
B BANDUNG RAYA TV
← Semua berita

Pameran Milestone Kota Bandung Soroti Sejarah Ruang Hijau dan Isu Lingkungan

Tuesday, 13 October 2026 · oleh Redaksi Bandung Raya TV · 👁 9
Foto: Portal Resmi Kota Bandung

Komunitas Bandung Heritage menyelenggarakan pameran sejarah kota yang menyoroti evolusi taman serta tantangan ekologis perkotaan. Acara ini mendapat sambutan positif dari pengunjung yang menekankan pentingnya pelibatan generasi muda dalam merawat warisan dan lingkungan hidup.

Sebuah ekshibisi yang difokuskan pada dinamika historis taman serta area hijau publik tengah dihelat guna mendorong kesadaran publik terhadap berbagai problem lingkungan urban lintas era.

Aji Bimarsono selaku Ketua Bandung Heritage mengemukakan bahwa gelaran bertajuk Milestone Kota Bandung ini merupakan bentuk realisasi atas instruksi Wali Kota Bandung demi memperluas penyebaran informasi terkait rekam jejak pembangunan daerah.

“Nama Milestone Kota Bandung itu memang adalah arahan dari Pak Wali. Beliau ingin agar narasi mengenai jejak-jejak, tonggak-tonggak sejarah Kota Bandung itu semakin banyak tersosialisasikan kepada masyarakat,” ucap Aji.

Pihak penyelenggara menerjemahkan mandat tersebut dengan menampilkan narasi historis pembentukan wilayah, dengan titik berat pada evolusi kawasan hijau serta ruang terbuka.

Kurasi materi terbagi ke dalam empat segmen utama. Dua segmen perdana menyoroti era kolonial, mencakup pergeseran pusat pemerintahan serta transformasi status administratif menjadi gemeente yang memicu kemajuan teknik tata kota.

Segmen ketiga mengajak publik untuk merenungkan situasi terkini ibu kota Jawa Barat tersebut, khususnya persoalan yang timbul akibat lonjakan jumlah penduduk serta menyusutnya lahan hijau.

Di sisi lain, segmen penutup atau bagian keempat menyajikan berbagai sudut pandang, kajian ilmiah, serta ide dari kaum akademisi mengenai isu ekologi, lanskap urban, dan ekspansi ruang publik hijau.

Lewat pembagian tersebut, ekshibisi ini tidak sekadar menawarkan memori masa lampau, melainkan pula memicu kontemplasi krusialnya proteksi pusaka kota serta manajemen ekosistem yang berkesinambungan.

Agnes Soebakir, salah seorang pengunjung, mengaku memperoleh sudut pandang baru usai mendengarkan pemaparan materi dari awal hingga akhir secara komprehensif.

Bagi dirinya, perhelatan ini memberikan momen berharga untuk mendalami kembali memori serta esensi penting di balik proses pertumbuhan wilayah Bandung.

“Saya belum pernah melihat ini, lihat tapi acuh. Kalau hari ini benar-benar dijelasin dari awal sampai akhir,” tutur Agnes.

Ia berpendapat bahwa upaya merawat sejarah serta ekosistem lokal wajib menjadi agenda kolektif, termasuk dengan merangkul kaum muda supaya warisan kultural tetap terjaga.

“Kita sudah berumur, jadi kita harus menggerakkan generasi muda untuk melanjutkan apa yang ada pada saat ini. Itu tugas adik-adik semuanya. Jangan sampai ditinggalkan begitu saja,” ujarnya menambahkan.

Di samping itu, Agnes juga menggarisbawahi urgensi masifnya promosi agar kegiatan serupa sanggup menarik minat khalayak yang lebih masif, mulai dari pelajar, kaum terpelajar di kampus, hingga warga secara umum.

Menurut pandangannya, publikasi harus digencarkan agar tingkat kunjungan meningkat karena nilai edukasi acara ini relevan bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Jadi untuk kita menyebarkan ini tuh harus lebih banyak lagi supaya mereka tahu, baik dari sekolah-sekolah, kampus ataupun masyarakat pada umumnya. Karena ini bukan hanya untuk anak sekolah atau anak mahasiswa, tapi masyarakat pada umumnya,” kata dia.

Lebih lanjut, Agnes menyoroti krusialnya pemeliharaan vegetasi serta pepohonan di kawasan metropolitan demi estetika sekaligus fungsi vitalnya dalam konservasi cadangan air.

“Terutama untuk membangun pohon-pohon itu sangat penting, karena kalau ada pohon yang terawat rapi, bunga-bunga semua, itu juga bisa menyimpan air di bawahnya. Jadi kita tidak takut kekeringan. Tapi kalau itu tidak dirawat, selesai semuanya. Akan sulit mencari air,” ungkapnya.

Berdasarkan keterangan pihak panitia, ekshibisi ini telah berjalan selama enam hari sejak dibuka secara resmi pada hari Senin. Sebagian bahan pameran bahkan sempat dipamerkan lebih awal sekitar satu pekan sebelum peresmian meski tampilannya belum sepenuhnya rampung.

Menatap masa depan, Bandung Heritage berniat memperbaiki mutu presentasi visual, meliputi kualitas cetak panel, tata letak gambar, serta integrasi teknologi digital agar materi edukasi kian memikat serta gampang dicerna publik.

Sumber berita: Portal Resmi Kota Bandung — 12 Oktober 2026.

Berita Terkait

Iklan