Baznas Kota Bandung Gelontorkan Dana Rp17 Miliar untuk Berbagai Macam Bantuan
Badan Amil Zakat Nasional Kota Bandung menyalurkan total dana sekitar Rp17 miliar hingga September 2026 yang mencakup beragam program bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memimpin penyerahan bantuan secara simbolis kepada sembilan orang penerima manfaat. Berbagai sektor dicakup dalam penyaluran ini, mulai dari sektor ekonomi, kesehatan, pendidikan, hingga pemenuhan kebutuhan pokok.
Bentuk bantuan yang diberikan sangat bervariasi, di antaranya paket bahan pangan pokok, dukungan biaya sekolah untuk tingkat dasar hingga perguruan tinggi, tambahan modal serta gerobak berniaga, renovasi rumah kurang layak huni, fasilitas medis, dan santunan bagi korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kontribusi Baznas Kota Bandung dalam meringankan beban warga serta mendorong pemerataan taraf hidup mendapat apresiasi langsung dari Farhan.
Pihaknya menilai bahwa optimalisasi dana zakat bukan sekadar perihal proses pengumpulan, melainkan bagaimana dana tersebut benar-benar solutif terhadap permasalahan warga.
Dalam penanganan isu-isu sosial, lanjut Farhan, jajaran pemerintah tentu memerlukan sinergi bersama berbagai pihak, termasuk lembaga zakat, ormas, institusi pendidikan, dan aparatur wilayah agar jangkauan penerima manfaat semakin luas.
“Tujuan kita hanya satu, yaitu kesejahteraan dan pemerataan kesejahteraan untuk keluarga Kota Bandung,” ujar Farhan.
Di sisi lain, Ketua Baznas Kota Bandung, Momon Ahmad Imron, memaparkan bahwa pendistribusian dana tersebut dijalankan lewat lima pilar program, yang terdiri atas Bandung Peduli, Bandung Takwa, Bandung Makmur, Bandung Cerdas, serta Bandung Sehat.
Seluruh program itu dirancang guna mengakomodasi kebutuhan dasar, pembinaan keagamaan, kemandirian ekonomi, fasilitas dunia pendidikan, dan akses pelayanan kesehatan warga.
Berdasarkan catatan dari Januari sampai September 2026, total dana yang telah didistribusikan oleh Baznas Kota Bandung mencapai kisaran Rp17 miliar bagi masyarakat kurang mampu, pelajar, mahasiswa, pasien berobat, serta para pelaku usaha mikro.
Selain itu, khusus pada bulan Oktober 2026, alokasi dana sekitar Rp1,2 miliar disiapkan bagi sekitar 1.011 jiwa penerima manfaat.
“Di balik setiap angka rupiah yang kami salurkan, ada keluarga yang terbantu keberlangsungan hidupnya. Ada anak yang tetap bisa bersekolah, ada mahasiswa yang tetap bisa kuliah, ada masyarakat yang tetap bisa berobat, dan ada para pelaku usaha kecil yang mulai bangkit kegiatan usahanya,” kata Momon.
Sumber berita: Portal Resmi Kota Bandung — 19 Oktober 2026.



