Latest Update
B BANDUNG RAYA TV
← Semua berita

Bandung Bersiap Jadi Teladan Smart Education City Sekaligus Produsen Tenaga Kerja Global

Thursday, 22 October 2026 · oleh Redaksi Bandung Raya TV · 👁 4
Foto: Portal Resmi Kota Bandung

Pemerintah Kota Bandung bersama sejumlah instansi dan mitra strategis berkolaborasi membangun ekosistem pendidikan terintegrasi guna mengantar lulusan lokal menuju pasar tenaga kerja internasional.

Inisiatif tersebut direalisasikan lewat penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemerintah Kota Bandung, Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (Kemen P2MI), Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, serta Ganesha Operation (GO). Acara tersebut berlangsung di Aston Tropicana, Kota Bandung, pada Rabu, 21 Oktober 2026.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menerangkan bahwa program ini dirancang sebagai rangkaian sistem yang berkesinambungan, mulai dari memperkenalkan kampus-kampus di Bandung hingga mengantar para sarjana menembus bursa kerja internasional.

Pada fase permulaan, Pemkot Bandung menggandeng Ganesha Operation untuk mengenalkan berbagai perguruan tinggi di Paris Van Java melalui jaringan yang mencakup lebih dari 700 cabang GO di seluruh penjuru negeri.

Upaya tersebut bertujuan menarik minat para lulusan terbaik tingkat SMA dan SMK dari berbagai daerah supaya mau melanjutkan jenjang akademik mereka di Kota Bandung.

Selanjutnya pada tahap akhir, para alumnus institusi pendidikan tinggi tersebut akan diberikan jalan selebar-lebarnya agar terserap di dunia kerja, termasuk kesempatan berkarier di mancanegara sebagai tenaga kerja berketerampilan tinggi.

"Dari ujung lulusan SMA/SMK yang mau masuk perguruan tinggi di Bandung, kita promosikan melalui cabang-cabang GO di seluruh Indonesia. Lalu di hulu lainnya, ketika mereka lulus, harus diberi sebanyak mungkin pintu dan jendela kesempatan untuk bekerja," ucap Farhan.

Farhan memandang bahwa keberadaan puluhan ribu wisudawan dari perguruan tinggi di Kota Bandung setiap tahunnya merupakan sebuah peluang sekaligus tantangan yang wajib ditangani lewat kerja sama lintas sektoral.

Ia menambahkan, Pemkot Bandung berupaya aktif terlibat dalam program pelatihan, peningkatan keahlian, serta penempatan kerja agar para calon tenaga kerja asal Bandung mempunyai akses langsung ke kancah global.

"Ini adalah tantangan yang harus kita jawab lewat sebuah kolaborasi ujung ke ujung khusus untuk ekosistem pendidikan di Kota Bandung," imbuhnya.

Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri Kementerian P2MI, Dwi Setiawan Susanto, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah Pemkot Bandung dalam memadukan sektor pendidikan dengan prospek karier internasional.

Dwi memaparkan bahwa Kemen P2MI saat ini memegang akses terhadap pasar kerja di hampir 85 negara yang mencakup sekitar 2.000 standar kompetensi untuk berbagai bidang, mulai dari sektor kesehatan, manufaktur, konstruksi, hingga perhotelan.

Berdasarkan catatan Dwi, skala nasional memiliki potensi hingga 300.000 lowongan pekerjaan luar negeri tiap tahun bagi tenaga kerja terampil, dengan alokasi sekitar 40 persen dikhususkan bagi lulusan perguruan tinggi pada kategori menengah hingga atas.

"Ini visi yang luar biasa. Bandung bukan hanya kota pendidikan, tetapi sekaligus pusat penyiapan pekerja terampil ke mancanegara. Kami akan hubungkan peluang ini dengan ekosistem perguruan tinggi, termasuk membentuk Migrant Center, pelatihan, serta sertifikasi," tutur Dwi.

Selain itu, penajaman kemampuan lunak dan komunikasi turut menjadi titik berat dalam penyiapan tenaga kerja, di mana langkah Pemkot Bandung ini diharapkan mampu menjadi pelopor bagi wilayah lain di Indonesia.

"Kota Bandung mudah-mudahan menjadi pionir dan role model untuk menyiapkan pekerja terampil kita di luar negeri," lanjutnya.

Di sisi lain, Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Lukman, menyebutkan bahwa Kota Bandung menghasilkan kurang lebih 78.000 sarjana setiap tahunnya dari total sekitar 212.000 mahasiswa aktif yang menimba ilmu di 78 kampus berbeda.

Pihaknya berharap sinergi ini mampu menyerap para lulusan secara maksimal sehingga bisa menghindari munculnya persoalan sosial akibat fenomena pengangguran terdidik.

"Dengan adanya sinergi ini, kami akan meminta 78 perguruan tinggi di Bandung untuk mengadaptasi kurikulum dan berkolaborasi, sehingga ketika mahasiswa lulus, mereka sudah siap bekerja dan dikirim ke luar negeri," jelas Lukman.

Pendiri sekaligus Direktur Utama Ganesha Operation, Bob Foster, turut menyatakan kesiapan lembaganya dalam mengerahkan jaringan GO yang menaungi sekitar 250.000 pelajar di Nusantara guna menyosialisasikan keunggulan ekosistem pendidikan serta atmosfer budaya kreatif di Kota Bandung.

"Kami akan memberikan informasi berupa seminar, webinar, dan kunjungan di seluruh cabang untuk menjelaskan keunggulan Kota Bandung. Di samping membekali ilmu, mahasiswa yang datang ke Bandung juga akan dikuatkan secara karakter," ujar Bob.

Melalui kolaborasi terpadu ini, hubungan antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, institusi pendidikan, dan pihak swasta diyakini mampu membentuk ekosistem pendidikan yang berkelanjutan serta melahirkan generasi muda yang kompetitif di kancah global.

Sumber berita: Portal Resmi Kota Bandung — 21 Oktober 2026.

Berita Terkait

Iklan