Latest Update
B BANDUNG RAYA TV
← Semua berita

Manajemen PERSIB Gelar Pemulihan Mental dan Psikoedukasi untuk Skuad U18

Saturday, 24 October 2026 · oleh Redaksi Bandung Raya TV · 👁 11
Foto: Persib.co.id

Manajemen PERSIB memberikan pendampingan psikologis dan psikoedukasi bagi skuad PERSIB U18, staf, pelatih, serta orang tua di Stadion GBLA pada Selasa, 20 Oktober 2026. Langkah ini diambil untuk mendukung pemulihan mental pascakejadian kekerasan yang sempat dialami tim.

Manajemen PERSIB menunjukkan kepedulian terhadap kesehatan mental para atlet muda di samping fokus pada aspek fisik dan teknis. Guna membantu proses pemulihan akibat insiden kekerasan beberapa waktu lalu, pihak klub mengadakan sesi psikoedukasi serta pendampingan mental bagi skuad PERSIB U18 bertempat di Royal Box, Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Selasa, 20 Oktober 2026.

Acara tersebut menghadirkan seorang psikolog klinis dan olahraga bernama Rizka Safitri, M.Sc., M.Psi., serta melibatkan jajaran pelatih, pemain, para staf, dan orang tua atlet. Agenda ini bertujuan memulihkan rasa aman, menumbuhkan kembali rasa percaya diri, serta mempersiapkan mental pihak-pihak terdampak agar bisa kembali beraktivitas secara normal, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam dunia sepak bola.

Adhi Pratama selaku Head of Communications PT PERSIB Bandung Bermartabat menjelaskan bahwa kesejahteraan mental merupakan prioritas utama dalam komitmen pembinaan talenta muda klub. Perhatian manajemen tidak hanya terpusat pada pencapaian di atas lapangan hijau, tetapi juga mencakup perlindungan mental dan kebutuhan emosional mereka saat menghadapi situasi berat.

Dalam keterangannya, Adhi menyatakan bahwa para pemain adalah bagian dari keluarga besar klub, sehingga manajemen merasa perlu memastikan seluruh elemen tim, mulai dari pemain, pelatih, staf, hingga orang tua, mendapatkan dukungan moral yang memadai untuk melewati masa-masa sulit ini.

Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut dirancang sebagai wadah yang aman agar para partisipan mampu mengenali serta mengatasi gejolak emosi usai peristiwa tersebut. Peran aktif dari lingkungan terdekat juga amat dibutuhkan demi memperlancar proses pemulihan secara bertahap sesuai kondisi masing-masing individu.

Lebih lanjut, Adhi berharap langkah pendampingan ini sanggup mengembalikan ketenangan dan rasa percaya diri para pemain dalam beraktivitas. Ia menegaskan bahwa PERSIB akan konsisten memberikan perhatian karena hakikat pembinaan adalah saling menjaga satu sama lain, khususnya di tengah situasi yang tidak ringan.

Respons positif turut disampaikan oleh pelatih Elite Pro Academy (EPA) PERSIB, Imam Arief Fadhillah. Menurutnya, intervensi psikologis ini sangat krusial dalam program pembinaan usia muda, terutama ketika para anak didik tengah berjuang mewujudkan impian mereka sebagai pesepak bola.

Imam berpendapat bahwa program ini amat bermanfaat bagi pemulihan para pemain muda yang mengalami pengalaman berat di usia yang masih belia. Walaupun sesi latihan telah kembali berjalan, kondisi psikis setiap anak tetap perlu mendapat perhatian khusus.

Ia juga berharap agenda tersebut mampu meringankan beban mental sekaligus mempererat ikatan kekeluargaan di dalam tim. Suasana yang kondusif dinilai sebagai elemen penting agar proses pembinaan dapat berjalan secara optimal dan berkesinambungan.

Di sisi lain, penggawa PERSIB U-18, Muhammad Erlangga Fajriawan, mengungkapkan bahwa kebugaran fisiknya sudah menunjukkan kemajuan signifikan dan dirinya telah kembali berlatih bersama rekan-rekan setimnya. Ia kini berupaya menjaga konsentrasi serta rasa percaya diri demi menatap laga-laga selanjutnya.

Fajri mengaku bersyukur karena kondisi fisiknya sudah membaik dan bisa berlatih seperti sedia kala. Dirinya berusaha melupakan kejadian lampau dan menatap masa depan, seraya berharap ia dan timnya dapat tampil lebih lepas, percaya diri, serta memberikan penampilan maksimal pada pertandingan berikutnya.

Pelaksanaan program pemulihan psikologis ini dibagi menjadi dua agenda utama. Agenda pertama berupa edukasi mengenai jaringan pendukung atau support system yang ditujukan bagi para orang tua pemain dan jajaran pelatih. Sesi ini menyoroti pentingnya empati, komunikasi yang transparan, serta peran keluarga dalam menciptakan atmosfer yang kondusif bagi pemulihan pemain.

Sementara itu, agenda kedua difokuskan pada konseling kelompok serta stabilisasi mental bagi para pemain U-18 bersama sang psikolog. Sesi ini meliputi pembuatan aturan kerahasiaan, teknik meredam emosi negatif, serta pemantapan mental menjelang laga tandang berikutnya.

Melalui inisiatif ini, PERSIB menaruh harapan besar agar para pemain mampu bangkit dan memulihkan kepercayaan diri dalam meniti karier sebagai atlet profesional. Bagi klub, pembinaan tidak hanya berorientasi pada kemenangan di lapangan, melainkan juga pada perlindungan kesejahteraan dan pertumbuhan personal setiap individu.

Seluruh rangkaian kegiatan tersebut mencerminkan komitmen PERSIB dalam menciptakan ekosistem pembinaan yang berlandaskan kepedulian, solidaritas, dan keselamatan, agar para pemain dapat terus berkembang secara optimal, baik sebagai olahragawan maupun sebagai pribadi.***

Sumber berita: Persib.co.id — 20 Oktober 2026.

Berita Terkait

Iklan